Wednesday, 3 February 2016

Curug Citambur, ini loh Jurasic Park-nya Cianjur!


Curug Citambur pas lagi mendung-mendungnya


30 Januari 2016 (23.35 pm)
“Pokoknya jam enam teng kita berangkat ya,” ujar Selvi dimultichat telegram. 
***
31 Januari 2016 (06.20 am)
Solat subuh sih iya, tapi gatau kenapa kasur narik-narik buat ngajak bobo cantik. Rencana untuk bisa berangkat sepagi-paginya nyatanya hanya sebuah wacana.


“Udah pada bangun belum? Aku baru beres mandi nih,” Selvi langsung ngechat.
“Iya udah ko,” Aku balas.

Engga lama kemudian, hp berdering. Holis nelpon kalo doi udah otw dan nyuruh aku buat cepet-cepet mandi. Akupun langsung lari ke kamar mandi dan engga tau kenapa tiba-tiba kamar mandi gelap banget dan pas ngebuka mata ternyata aku masih berada di atas kasur. Sialan! Mimpi…
Aku langsung ngechat holis tapi masih belum dibales-bales.

(08.45 am)
“Gimana dong, holis ga ada kabar,” aku tak henti beberapa kali nge-ping di kontaknya Holis.
“Iya, aku juga udah ngajakin yang lain tapi belum pada bales,” kata Selvi yang baru sampe di rumahku.
“Iya sih, pasti pada gak bisa karena kita dadakan ya?”

Gak lama kemudian, Holis langsung nelpon
“Ahhhhh… Maafin baru bangun. Kalian udah pada berangkat ya?” kata Holis dengan nada sedikit panik
“Sia mah ih ditungguan teh! Cepetan, kita nungguin dari tadi!” ujarku sedikit kesel.

Aku dan Selvi menuju ke guesthouse tempat Ka Andri menginap. Sekitar lima menit dari rumah. Ka Andri ini kerja di Jakarta. Doi pengen jalan-jalan di Bandung terutama ke tempat yang instagrammable banget. Tapi karena kemaren kita ke Lembang dan gak menyenangkan karena penuh dan macet, aku bujuk doi untuk ikut ngejarambah ke Curug Citambur.

“Masih mau ngantri foto di depan rumah hobits? Yuk ikut aja ke Jurasic Park nya Jawa Barat!” ungkapku pada Ka Andri. Gak lama kemudian, Holis pun datang dan kita berempat langsung berangkat. (10.47 am)

Curug Citambur berjarak kurang lebih 65 Km dari pusat Kota Cianjur dan 40 Km dari Ciwidey, Kabupaten Bandung. Letak Curug Citambur cukup berdekatan dengan Kabupaten Bandung dan masih berada dalam deretan perbukitan yang membatasi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur. Sepanjang jalan, kita disuguhi oleh pemandangan kebun teh yang vscocam banget. Siang itu cuaca sedikit mendung dan ada efek kabut-kabutnya. Amazing banget deh pokonya...

Setelah melewati kawasan Ciwidey, kami beristirahat sejenak di sebuah mesjid untuk melaksanakan shalat dzuhur. Pas lagi wudhu, airnya seger banget sesegar hati ini yang gak sabar pengen ketemu sama kamu. iya kamu Curug Citambur. 

Nah, setelah melanjutkan perjalanan, sesampainya di Desa Cipelah, jalanan yang kita lewati malah terjal dan rusak. Kebayang kalo musim ujan gimana licinnya. Apalagi bawa beban kayak badan aku ini. Kasian kan motornya. 

Gak cuman rusak diperparah juga dengan tanjakan yang super nanjak. Meskipun kita sedikit kesusahan karena menghadapi jalanan yang rusak, kita gak pernah ngeluh (kecuali Ka Andri) karena Aku, Selvi dan Holis udah pernah diospek waktu jalan-jalan ke Curug Malela beberapa tahun lalu. 
"Ada pesawat dari sini yang langsung ke jakarta gak?" Kata Ka Andri.
Karena ngeliat Ka Andri kewalahan dan daritadi manggil-manggil tim Sar, kami pun memutuskan untuk istirahat di sebuah warung kecil.

Sambil nunggu indomie mateng, aku ngajakin ibu warungnya ngobrol-ngobrol.

“Bu, kok banyak pungutan liar ya disetiap jalan,”
“iya neng itu mah udah biasa,”
“tapi bener itu teh uangnya buat perbaikan jalan?”
“gatau neng, tapi yang ibu tau sampe sekarang jalannya masih gini-gini aja,”
"Oh gitu ya. oia bu, kalo ke Curug Citambur berapa lama lagi ya?"
"Oh sebentar lagi,"
"Sebentar lagi itu seberapa lama lagi bu?" tanya Holis yang udah faham kalo ukuran sebentar lagi antara warga sekitar dan kita itu jauh berbeda.
"Setengah jam lagi lah, Jang," Kamipun bersemangat untuk melanjutkan perjalanan. 

Karena merasa tidak yakin, Selvi memberhentikan motornya di depan sejumlah remaja yang tengah asik bercanda tawa.
"A, punten mau tanya,"
"Tanya apa teh, sini nanya ke saya aja," mereka pun silih berebutan
"Kalo Curug Citambur masih jauh ga?"
"Deket sih teh, sedeket hati aa sama teteh,"
"Ih serius atuh a,"
"Ya teh, Curug Citambur mah udah kelewat. Itu gening sebelah kanan ada gapuranya ada tulisannya. Kalo dari arah sana mah emang ga keliatan soalnya penujunjuknya menghadap ke sini," Ujar salah seorang dari mereka. Setelah mengucapkan terima kasih, kami balik arah dan lebih berhati-hati lagi untuk menemukan gapura yang diberitahu oleh si aa tadi.

(15.40 pm)


Finally, i found it!
Akhirnya sampai lah di pintu masuk Curug Citambur
tepat di depan kantor Desa Karang Jaya. 

Karena kegirangan gak sabaran pengen liat Curug Citambur aku pun langsung berlari-lari melewati sawah dan beberapa tanjakan kecil. Setelah kami berfoto ria engga kurang dari 10 menit, tiba-tiba hujan gede. Kamipun langsung berlarian mencari tempat berteduh.

"Aku tau kenapa hujan, tandanya nyuruh kita buat shalat ashar dulu," ujarku mengajak yang lainnya ke sebuah mushala. Di dalam mushala ada ibu-ibu yang katanya  warga setempat.

"Neng dari mana?"
"Dari Bandung, Bu," kata Selvi.
"Hati-hati neng pulangnya takut kemaleman,"
"Iya Bu, tapi di sini amankan?"
"Ih Neng puguh suka banyak begal. Komo tah dipengkolan eta poek jeung keu-eung,"
"Neng ada kenalan gak orang sini kalo bisa mah mending nginep aja. Besok pagi pulangnya," tambah ibu yang satu lagi.
Kami langsung saling bertatap meski sedikit ketakutan tapi kami serempak bilang kalo Senin harus langsung kerja. Apalagi Ka Andri yang harus pulang ke Jakarta karena senin paginya meeting di kantor. "Lahaula aja deh, Insya Allah, selamat," ungkap Holis.

Dan bener aja, sehabis kita Shalat Ashar hujan berenti dan awan seketika cerah.

"Yuk ah, jangan lama-lama biar pulangnya gak kemaleman," kata Selvi.


This is it! Ini loh yang aku bilang Jurasic Park 
made in Desa Karang Jaya, Kecamatan Pasir Kuda, Cianjur Selatan
keren kan? tapi salah angle moto deh kayaknya. Jadi asa gak keliatan gagahnya :(
maklum hp baru, jadi masih takut kena basah gitu hahaa

Air yang jatuh dari ketinggiah 100 meter itu berbunyi bur, bur, bur, 
sehinga penduduk menyebut curug ini Citambur


Curug Citambur ini memiliki ketinggian lebih dari 100 meter

Karena gak afdol kalo ke curug tanpa berenang dan kenalan sama airnya.
Suara gemercik dan beningnya air membuat kami senang dan berasa penawar letih banget.  Apalagi curug ini masih sepi jadi kayak milik kita hehe...

(17.35 pm)


13 comments:

  1. Salah satu serpihan surga yang berada di Cianjur. Keren banget!

    ReplyDelete
  2. kisah yang sangat inspiratif gan..

    ReplyDelete
  3. kalo suka jalan - jalan, lembang bandoeng tempatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks :) kalo punya rekomen tempat yang oke share ya ..

      Delete
  4. jadi pingin ke curug, tapi jauh dari sini

    ReplyDelete
  5. indah banget air terjunnya jadi pengen ke sana

    ReplyDelete
  6. Sugoiii 😍😍😍😍

    ReplyDelete
  7. Nah referensi bagus nih. Sepertinya blm banyak yang tau curug ini ya ? Soalnya di foto keliatan sepi pengunjung. Atau cuma saya doang yg blm tau ? hehe

    Kalo tentang ke curug Saya cuma pernah ke curug cilember & cibereum.

    ReplyDelete
  8. Wahh kerenn sist. Mksh udh mau berbagi☺

    ReplyDelete
  9. Wahh kerenn sist. Mksh udh mau berbagi☺

    ReplyDelete
  10. duh inget nginep disana ma dady,terow dkk kesana wkwk tanpa tenda,tanpa slimut
    dan tengah malam naik ke atas bukit yg ada pohon kiaranya brrr..rrr

    ReplyDelete
  11. untuk jalan..pemda cianjur,sukabumi,garut kudu belajar dari pemda bantul. di yogya..bantul akses ke selatan jawanya jaaauh lebih bagus..jalanya mulus.

    ReplyDelete

Comments system

Disqus Shortname

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Instagram Photo Gallery