
Saturday, 14 November 2015
Lagi Lagi Tentang Jogja

Thursday, 15 January 2015
Jogja Punya Cerita
Di Taman Budaya, kali pertama kita saling berujar nama masing-masing.
Kalo emang ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, jujur aku belum percaya hal itu.
Semua masih biasa sama seperti nuansa Mallioboro disetiap malamnya.
Sesekali berkomunikasi melalui wasap, line kadang via telpon. Kadang juga kamu mengirimkan voice note suara kamu atau foto Ara. keponakan lucu mu.
Tapi ketika aku dan kamu berada dititik jenuh kadang kita saling mengeluh. Mengeluhkan dunianya masing-masing dan saling menyemangati satu sama lain.
Suka karena pemikiranmu, perangaimu dan cara ambisi mu. Selalu, membuat aku merasa dekat dengan DIA.
Aku pun tak harus menuntut atau menggerutu kala line ku hanya di read atau dibalas lama.
Ah sudah lah kita berteman aku sudah bangga dan bahagia.
Enam kali lebih kamu menyelinap masuk ke dalam mimpi. Bahkan tiga kali berturut-turut.
Mencampuri kehidupanku dan menjadi alasan kebahagiaan di dalam nya.
Padahal aku tak menuntut kamu untuk lancang masuk ke arena mimpiku.
Kamu merombak semua alurnya seakan dekat dan nyata.
Hingga berbekas pada rindu yang masih bias.
Rindu abstrak.
Padahal sedikitpun aku tak pernah memikirkan kamu, merindukan kamu atau berharap kamu ada dimimpiku.
Jika sekarang kamu menganggap aku teman biasa, aku pun demikian.
Bersyukur lah kamu atas mimpi itu, karena semenjak itu aku menyelipkan namamu dibelantara doa ku :')
Thursday, 11 September 2014
Jangan Mau Magang di Majalah Gogirl!
Kadang apa yang
kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika seorang Uli yang sangat
obsesi ingin bergabung menjadi bagian dari crew event di Gogirl! Magazine,
malah gue yang lolos seleksi dari sekian calon magangers di Gogirl! Magazine. Satu dari belasan anak magang yang keterima. Selain itu, ada Mbak Bunga sang editor kalem. Dia ini yang mengoreksi tulisan termasuk cerpen-cerpen yang masuk ke Gogirl. Ada juga Mbak Dian, cewek berambut pendek lulusan DKV Binus ini jadi layouters disana. Doi ini kreatif banget dan jiwa art nya udah nge-gogirl banget.
Nah karena gue magang di divisi khusus event Passion Expo, gue dikasih jobdesk sebagai LO Tenant. Jadi dikasih tanggung jawab ngurusin sepuluh lebih lah tenant-tenant yang nanti bakalan ngisi booth di fashion expo. Gogirl pasion expo ini merupakan event tahunan dari Gogirl dengan mengadakan berbagai kompetisi, exhibition termasuk music performa. Ada tenant fashion, food, drink, dll... Ya cukup "riweuh" juga sih karena harus bisa menjawab dan ngejelasin rules dan kerjasamanya seperti apa. Juga nanti harus bantu loading barang dan closing.
Pokoknya jangan mau magang di Majalah Gogirl, susah ngelepasinnya saking betahnya....
Saturday, 30 August 2014
Menikmati Kembang Api di Tepi Pantai Santolo
Seluruh masyarakat di belahan dunia tengah bereporia menyambut tahun baru 2013, tradisi yang setiap tahun di tandai dengan pesta kembang api di malam hari tepat pukul 24.00 ini menjadi momen yang sangat di tunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat dunia.
Hamparan cahaya menari di atas langit. Berjuta pasang mata menyaksikan kala detik-detik waktu yang terus berlalu. Meskipun pesona keindahannya hanya sesaat, namun kenangan yang tertuai di setiap momennya tidak akan raib dilupakan.
Jalanan kota dihiasi oleh warna warni terompet dan kembang api. Pria keriput itu tak ingin melewatkan momen singkat ini untuk terus mengais rezeki. Mengumpulkan sisa tenaga dari paruh usianya dengan berkarya membuat puluhan terompet, menafkahi istri dan anaknya yang juga tak ingin melewatkan pentas seni kembang api.Rintikan hujan masih mengguyur sejak tadi sore. Kekhawatiranku mulai tersirat kala tetesan yang jatuh dari langit itu belum berhenti menitikan kecemasan yang tak kunjung reda hingga senja tiba. Akhir-akhir ini hujan memang sering datang tak perlu diduga. Merayakan pergantian tahun di musim hujan memang bukan idaman bagi mereka yang tak ingin melewatkan tanpa kesan.
Kebanyakan anak muda merayakan malam tahun baru bersama pacar mereka. Bergandengan tangan penuh mesra menjadi suatu hal yang biasa. Entah kemana orang tua mereka melepaskan buah hatinya yang mereka anggap dewasa, berkeliaran di malam yang tidak akan tidur itu. Riuh gaduh pun terdengar. Para geng motor ramai-ramai berkonvoy, meneriakan knalpotnya, mengiramakan klaksonnya, membuat kewalahan para penegak hukum lalu lintas jalanan.
Hingga hiruk pikuk itu sempat terdengar di sejumlah masjid. Umat muslim berdzikir di rumah Allah. Bertafakur dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan selama ini. Merenungi dosa sambil mengucapkan kalimat istigfar berkali-kali dan menitikan air mata. Mereka memanfaatkan detik bergulir pergantian tahun dengan mendekatkan diri pada sang pencipta.
Malam pergantian tahun itu bukan suatu kehedonisan. Ada pula yang memilih diam di rumah, berkumpul bersama keluarga. Membuat pesta kecil di belakang halaman rumahnya, sambil membakar jagung mentega bersama sanak saudara. Lihat lah, bisa dibayangkan indahnya kala kebersamaan keluarga penuh dengan canda tawa.
Menikmati tahun baru di luar rumah bukan juga berarti ingin berfoya-foya. Sebagian dari mereka termasuk aku, menyaksikan keindahan malam pergantian tahun bersama para sahabat di tepian pantai. Pantai sayang helang garut jadi sasaran kami. Kami bernafas lega setelah hujan akhirnya reda pada detak waktu 2 jam sebelum hari itu berganti.
Atmospir sorak sorak gembira dan tiupan terompet mendesak waktu yang tak bisa diburu-buru. Kameraku sudah berjaga seakan tak mau melewatkan keindahan kembang api di tepi pantai. Desiran ombak malam tak lagi kelam dibiasi percikan cahaya kembang api. Mereka bersorak gembira, menghitung mundur detak jam yang akan berganti. Ya allah betapa indahnya cahaya warna warni yang menari di atas langit ini.
Good bye 2012, wellcome 2013. Yel yel itu kami teriakan sambil mengucapkan beberapa harapan. Resolusi di tahun baru yang tentunya ingin menjadi lebih baik. Meninggalkan tahun 2012 bukan hanya dilewatkan begitu saja. Banyak kenangan indah di tahun yang sekarang resmi disebut tahun kemarin itu. Banyak peristiwa indah, mengesankan, menyedihkan, mengharukan bahkan suatu tragedi yang tidak pernah bisa ku lupakan. Ku tutup album tahun itu. Membuka lembaran baru dengan tekad perubahan.
Meski malam tahun baruku tak semegah kincir raksasa london eyes di Inggris, atau gedung Casa de Correos Spanyol, bagiku ini adalah masa dimana aku akan mengukir lagi kenangan terindah bersama sahabat-sahabatku. Momen sederhana ini terasa bermakna ditemani sahabat yang sellau menemani saat suka dan duka.
Friday, 8 August 2014
Orang Ketiga
Kita ga pernah tau kapan rasa ini ada karena perasaan ini mengalir gitu aja.
Ketika semesta tiba-tiba mempertemukan kita dalam kesamaan yang mendominasi. Dalam ruang yang seolah disetting untuk mengutarakan kebetulan yang keseringan.
Hingga akhirnya kita saling nyaman, saling ketergantungan, saling membutuhkan dan saling memikirkan.
Kali ini aku mengakui kalau aku ini makhluk yang lemah. Yang akhirnya luluh dan mempersilahkan masuk perasaan yang sebenarnya terlalu lancang aku rasakan.
Hingga aku harus mengintip tiap celah takdir dan mempertanyakan keberadaanmu. Dan memikirkan dimana kamu letakan aku?
Tapi aku tau diri. Biarkan lagu Maudy Ayunda ini jadi soundtrack-ku kali ini. Meski kadang devil dan angel memperdebatkan rasa ini. Dan aku mulai lelah. Padahal aku belum melangkah. Aku masih terpaku dalam satu langkah maju atau mundur.
Maju dengan menghasut takdirku atau mundur dengan kesadaran diriku.
Maju dengan meyakini kamu atau mundur dengan tidak mengganggu pikiranmu.
Dan aku berusaha tidak kepo dengan perasaanmu.
Entah sebesar apa rasa itu, dan kali ini devil yang mendominasi pikiranku.
Aku ini pelampiasanmu!
Kala kamu butuh apa yang tidak ada di dirinya. Berasa penghibur ketika kamu jenuh dengan sikapnya.
Dan kamu adalah sutradaranya, ketika kamu harus memilih siapa pemeran utamanya.
Aku mohon, devil jauh jauh dariku. Buang prasangka burukku.
Meski aku pernah memprediksikan ini, aku tau konsekuensinya kalau kemungkinan kecil kamu milih aku.
Jadi ini rasanya menjadi kandidat yang dipilih dari pilihan. Bukan satu satunya pilihan.
Bukan sakit lagi, perih rasanya.
Ketika dia yang tlah lama mendampingimu tiba-tiba tersadar dan memberikan apa yang kamu mau. Tunggu apalagi, yakini hatimu dan jangan lagi mengotak ngotakan perasaanmu. Pergilah dengan dia yang punya segalanya. Yang pernah kamu perjuangkan perasaannya. Yang lebih awal dipercaya semesta. Yang lebih dulu menggoyahkan perasaanmu. Yang lebih dulu memberikan pelangi dimatamu.
Cukup dia jadi pelabuhan terakhirmu. Dan cukup aku yang jadi korbanmu. Melakoni peranku berpura-pura sambil melengkungkan senyuman terbaik membayangkan dia yang mendampingimu dipelaminan itu.
Lalu bagaimana denganku?
Biarkan aku disini menyendiri melepas mimpi. Melupakan janji kita.
Belajar menerima siapapun selain kamu. Terlalu disayangkan kalau perasaan ini dibuang. Biar bersemayam agar doa kebaikan untukmu ini terus dipanjatkan.
Bagaimana dengan tuhan ketika melihat umatnya yang memikirkan dua jalan dan jalanNya diragukan.
Maaf kalau aku terlalu menyinggung tuhan. Bukankah rasa ini juga dari tuhan?
Aku rasa Allah punya maksud lain dibalik ini. Dan aku harus punya ancang-ancang untuk belajar ikhlas melepaskan.
Aku punya apa untuk meyakini mu kalau aku ini yang terbaik buat kamu.
Menyebut namamu dan mendoakan kebaikanmu saja aku masih bersembunyi diam-diam. Cukup jadi urusan aku dengan Nya.
Malaikat akhirnya memberontak. Kalau aku ini harus bijak.
Tetap berprasangka baik.
Tersenyum dan melangkah kebelakang. Mundur.
Tak usah memaksa takdir.
Pasrah.
Karena waktu masih terus berjalan.
Semesta masih terus memperhatikan tiap gerak gerik dan pemikiran.
Hanya untuk satu hal: sebuah pembelajaran.
Allah menciptakan kita sebagai umat yang pandai berfikir. Membaca pertanda yang diberikanNya.
"Aku adalah ujian buat kamu ketika kamu harus lebih yakin dengan pilihanmu dan kamu adalah ujianku ketika aku harus lebih yakin dengan takdirNya,"
Tuesday, 29 July 2014
Edisi Baper: Pacaran Lama Akhirnya Putus Juga, Buat Apa?
Jadi gak usah khawatir biarpun kamu menyayangkan untuk berpisah, sejatinya apa yang seharusnya akan menjadi milik kita, mau kemanapun pasti akan kembali pada kita :) if something is destined for you, never in million years it will be for somebody else.
"Jika sesuatu ditakdirkan untukmu, sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milik orang lain,"
Saturday, 7 June 2014
Tips Penting Saat di Kereta! WAJIB Baca Bagi Pemula...
Selain ngeliat pelangi, balon terbang diudara dan gradiasi awan senja, ada satu hal lagi yang paling gue tunggu kedatangannya. Ketika kereta melintas dipersimpangan antara rel dan jalan raya. Tepat didepan palang pembatas, gue mantengin jalan sambil ngeliat kereta lewat dengan sekelebatnya.
Seru aja ngeliat nya. Apalagi kalo sambil ngeliat isi penumpangnya. Ada yang nongol dan berdiri didepan pintu kereta berasa mau bunuh diri kebayang kalo di rel kereta, ada polisi tidurnya.
Kali ini, gue barengan rekan gue yang namanya lagi ngetrend dan lebih booming dari regina farhat. (dalam kurung, *Selfie*)
Gue dan selvi ngerencanain pergi ke jogja naik kereta. Karena keabisan tiket ekonomi alhasil kita naik kereta bisnis yang harganya 4x lipat dari kereta ekonomi. Ada yang tau, kenapa dinamain kereta bisnis? Apa karena pakai rok mini jadi alasan? *gak nyambung
Jawabannya, menurut gue mungkin ketika penumpang keabisan tiket ekonomi, mau gak mau penumpang harus naik kereta ini. Itu sebabnya harganya lebih mahal karena kereta ini jadi dibisnisin.
Nah tips pertama dari gue, kalo lo mu naik kereta murah musti booking tiket jauh jauh hari biar ga penuh dan bisa nentuin nomor kursinya. Misalkan lo ngerencanain perjalanan untuk 5 taun lagi lo harus beli tiketnya sekarang juga. *udah berasa mu umroh aja*
Keberangkatan dari stasiun bandung dijadwalkan pukul 8 malam, diperkirakan bakalan nyampe stasiun wates pukul setengah 3 subuh. Itupun kalo ga macet karena malam ini malam minggu.
Sambil nungguin selvi dateng dianter adek nya si jordy, gue nungguin depan stasiun pukul 7 malam. Sebel banget deh, baru dateng udah digodain tukang beca.
"Neng dari pada nungguin disitu lama, mending sini naik beca aja" kata si mang beca.
"Mang mau nganterin saya ke jogja naik beca?" tanya gue sambil nurunin gembolan tas, tripod dan oleh-oleh buat mbah Surmini di Kulonprogo Jogja.
Sebenernya gue bawa baju sedikit mungkin. Tapi yang bikin berat itu tas kamera beserta lensanya. Udah berasa mu motret wedding ribetnya. Bawa lensa wide, makro sama fish eyes. Gaya.. Padahal maksudnya lensa hape yang kayak jepitan jemuran baju.
Gue kira perut tiba-tiba mules karena emang lagi pms, tapi ternyata ngedadak mules gara-gara psikometrik alias nearvous deg-degan udah mau mendekati gerbong kereta.
Gue tau ini kenyataan yang sulit. Kita belum akan tau segala hal apapun kalau belum mencobanya. Dan yang paling sulit itu "mengawalinya".
Tapi beneran deh, gue deg-degan. Berasa mau donor darah. Sambil masang muka so-so kalem gue dan Selvi menyusuri satu gerbong ke gerbong lainnya mencari kursi yang sesuai dengan nomor ditiket. Selvi yang udah keseringan naik kereta cuman bisa ketawa liat tingkah kampungan gue yang baru pertama naik kereta.
Singkat cerita, setelah bunyi peluit dikumandangkan, si mas mas sinis alias masinis langsung tancap gas menahkodai keretanya. Gue langsung celingak celinguk nyari sabuk pengaman.
Sampe kereta berbunyi "jug ijag jug ijag ijug" gue belum nemuin dimana sabuk pengaman berada.
Well.. Gue nyoba tenang dan menyadarkan diri kalau ini bukan roller coaster.
Ternyata... Setelah beradaptasi dengan laju kereta, akhirnya gue bisa meminimalisir rasa takut naik kereta. Prediksi negatif kereta anjlok, truk sampah tiba2 mati ditengah rel atau bentrokan kereta, perlahan bayangan itu hilang seketika.
Dan gue malah ngerasa seneng naik kereta. Diluar mungkin keliatannya melaju cepat tapi didalem berasa naik odong-odong.
Oia lo harus tau, kereta itu kendaraan yang bikin penumpangnya ngerasa terhormat loh! Karena disaat kereta melaju dipersimpangn antara jalan raya dan rel, para pengendara langsung berhenti dan mempersilahkan kereta lewat. Meriahnya, disambut suara "ngiung-ngiung" dan dihiasi lampu kota lebih dari 5 watt. Pas kita lewat, pengendara langsung ngeliatin kita dengan terpananya. Seperti yang pernah gue ceritain sebelumnya, gue pernah ngerasain berada di posisi para pengemudi jalan raya itu.
Oia, ada lagi nih tips kedua buat lo yang sama-sama punya hobi jalan-jalan men. Kalo perjalanan lo berjam-jam, lo harus bawa persediaan makanan dari rumah. Kalo perlu bawa majigjar-nya. Lo ga usah khawatir, disini ada colokan listriknya kok.
Kalo tau gini juga gue bakalan bawa terminal. Biar bisa ngecas hp, batre kamera, power bank, ngecas tab, dan majigjar sekalian. Tapi gue takut listriknya gak kuat dan alhasil kereta nya ngedadak mati ditengah jalan gara-gara "ngajepret". Kalau seandainya ni kereta berhenti ditengah hutan belantara atau terowongan casablanca, entah deh gue ga bisa ngebayanginnya. Kalo ada sisi kamera gue bakalan langsung melambaikan tangan secepatnya.
Oia, nyambung yang tadi, kalo seandainya tiba-tiba perut lo kriuk-kriuk kayak bawang goreng mie sedap, dan lo ga bawa mie sedap, lo harus beli pengganjal perut di dalam kereta. Gak mungkin juga lo nyari batu trus disakuin karena gak bakalan bikin perut lo kenyang juga.
Di dalam kereta, ada si mbak-mbak cantik yang nawarin menu makanan.
Ini yang bikin gue nyaranin lo bawa majigjar kecil dari kosan atau bawa rantang, lo bakal kaget dengan harga menu yang ditawarkan. Ga semanis wajah si mbak-mbak yang jualannya. Di dalam kereta harga makanannya udah nyamain harga Restoran Gokana.
Karena Selvi tetep kelaperan padahal udah gue kasih dua potong kue bronis, mau gak mau dia mesen nasi goreng di si mbak-mbak yang ngider dari satu gerbong ke gerbong lainnya itu. Sekalian juga mesen kopi item, si minuman favorit gue menjelang tidur.
Selain menyediakan fasilitas delivery makanan, disini juga menyewakan bantal kecil yang dipatok harga 6000 rupiah per-pcs nya.
Nah tips selanjutnya, daripada lo musti ngeluarin kocek seharga 3 bungkus nasi kucing, mending lo bawa bantal, guling dan selimut dari rumah. Kalo perlu bawa samak alias karpet biar bisa lesehan di bawah kalo tiba-tiba naluri pembantu lo keluar.
Tapi sebenernya tanpa sewa bantal kecil, kursinya juga udah enakeun kok. Apalagi kalo disebelahnya punya temen berbadan spring bed. *gak bermaksud nyindir Selvi kok. Bener apa kata Maudy Ayunda, gue juga "Tau diri". Haha
Tips selanjutnya, kalo lo ngerasa borring di dalem kereta apalagi kalo kereta malam yang bikin lo ga bisa liat apa apa kalo nengok jendela, lo harus bawa headset buat dengerin lagu. Atau kalo sinyal hpnya kuat, lo bisa main cookierun sambil ngumpulin koin biar bisa beli cookie yang ajib. Selain bawa headset lo juga disaranin bawa buku bacaan. Soalnya di kereta baca buku itu ga bakalan bikin mual kayak di bus atau di mobil. Asalkan buku yang lo baca ga kebalik.
Nah buat lo yang gak suka baca, main game atau dengerin lagu, lo bisa ngelakuin apa yang gue lakuin sekarang. Memejamkan mata sambil menyebut Asma Allah. Kita emang ga mau terjadi hal yang gak diinginkan. Tapi yang namanya umur siapa tau. Seenggaknya ketika malaikat maut mau ngejemput gue, gue lagi keadaan berdzikir pada sang khalik.
*cie kata-katanya berasa copast dari twitternya mamah dedeh*
Friday, 6 June 2014
Tuhan Bersama dengan Mahasiswa yang Berjuang Melawan Soal Statistik
Biarpun punya kesamaann kata belakang -"Tik", Statistik dan Jurnalistik itu adalah dua hal yang gak bisa disamain kemudahannya. Baik jurnalistik, Statistik, Mistik atau hal lain yang berin-Tik rintik. Statistik itu ilmu pasti. Biarpun aku adalah orang yang butuh kepastian, bukan berarti kepastian dari ilmu statistik ini yang aku cari. Mungkin sama halnya dengan masa lalu. Masa lalu itu pasti, dan yang gak pasti itu masa depan .. *ya kali --"
Tapi beneran deh, mungkin diliat dari tampang, si mantan anak farmasi ini udah keliatan kayak yang ahli dibidang statistik. Di balik itu, padahal kalau udah liat soal statistik numpuk engga tau kenapa badan tiba-tiba gatal, panas dingin, mual-mual, susah buang air besar. Mungkin ini kali yang namanya gejala Alergi Statistik. Pengen banget ngeloncatin mata kuliah yang satu ini. Tapi apa daya, kalau harus melawan arus tapi ujung-ujungnya terhanyut juga.
Setidaknya, aku beruntung banget punya temen anak statistik. Tadinya, mau nge-joki gitu minta tolong sama dy buat ngegantiin aku ujian. Tapi khawatirnya ketauan si pengawas. Padahal di peraturan ujian gak ada tercantum peserta ujian boleh menyuruh orang lain untuk menggantikan ujiannya.
Jam belum menunjukan waktu jadwal ujian, tapi para mahasiswa udah bersiap menunggu di depan ruang dosen. Menanti kedatangan pengumuman ruang ujian. Kadang. bagian ini yang paling menyebalkan. Ketika para mahasiswa berlarian dan berdesakan saling siku menuju kursi panasnya. Berharap gak duduk di depan atau duduk paling belakang karna kalo duduk paling belakang suka disuruh maju ke depan. Tapi mau duduk dimanapun aku masih bisa tenang-tenang aja karena badanku yang sedikit kurang langsing ini bisa menutupi pengawasan dari sisi tv.
"Ruang berapa?" tanya salah seorang mahasiswi yang lagi sibuk benerin jas almamaternya.
"304! Cepet" ungkap rekannya sambil berlari menuju ruang yang dituju.
Setelah para mahasiswa seperjuangannya ini masuk kelas dan menduduki kursi panasnya, tiba-tiba ada salah seorang dari luar yang berlari sambil ngos-ngosan.
"Salah! 307A!" ujarnya dengan semangat.
Serentak, gerombolan yang merasa salah ruangan langsung berlari dan berhamburan keluar. Alhasil, yang tadinya berniat duduk di kursi strategis, udah keduluan sama yang dateng lebih awal.
Tapi ada yang lebih konyol lagi. Ketika seseorang berlarian menuju papan pengumuman melihat ruang ujiannya, ia berteriak 301 kepada teman-temannya. Padahal, ia masuk ke ruang 303. Nah yang satu ini penipu gadungan yang ngerjain para temennya. (Hahaha padahal ini kelakuan gue sendiri --") Lucu aja kali ngeliatnya udah kayak anak itik "Bringka". Bring kadie, bring kaditu...
Harapan terbesar pertama ketika duduk diruang ujian adalah berharap mendapatkan petugas yang woles. Zonk itu ketika mendapat pengawas Bu Santi dan Bu Rita Gani yang mengawasi bebarenga -__- *Adegan ini pernah dialami ketika ujian Komunikasi Massa.Setelah menyiapkan alat tempur berupa pulpen, kalkulator, buku dan foto kopian kartu ujian yang ilang, aku bersiap menghubungi Rini. Sohibku yang pandai berstatistik.
Langsung aja, aku memasang muka so-soan lagi ngisi lembar jawaban. padahal, lagi ngisi nama dan nomor absen. Sekalian dikasih tulisan bismillah, "Semoga tuhan beserta dengan mahasiswa yang sedang berjuang melawan soal statishit.."
Ternyata, yang namanya bego itu ada dua macem. Bodoh murni dan semi bodoh. Kalau bodoh murni itu, ada soal ujian, ada rumus tapi dia gak bisa dan gak ngerti cara ngerjainnya. Sedangkan, semi bodoh, dia ngerti soal, tau rumusnya tapi gatau ngitungnya. Nah kayaknya sih aku termasuk semi bodoh spesialis statistik, Karena gak bisa nentuin 0,001 itu lebih kecil atau lebih besar dari 0,74. Yang manapun yang lebih besar, masih tetep besaran badan gue :( #skip
Dan pada akhirnya, aku bisa menyelesaikan soal statistik yang meskipun cuman 3 soal, tapi aku bersyukur bisa melewatinya dan plis, tuhan jangan sampai aku mengulang kejadian ini lagi. Baik dejavu, mimpi atau kenyataan yang sebenarnya. Terimakasih atas segala kelancaran yang engkau berikan. Tuhan, maaf kalau aku menyontek. Ini hanya segelintir momen darurat :/
Aku gak menyontek. Aku hanya membantu Rini untuk menguji sejauh mana ilmu statistik yang ia pelajari terserap. Ternyata, Alhamdulillah, ia bisa menyelesaikan soal yang aku foto langsung dari ruang ujian. Udah kek berasa live report gitu.
Friday, 9 May 2014
Syukron, Jazakumullah my 21 ...
Terima kasih Ya Allah atas anugrah Mu, pencapaian harapanku dan kejutan ulangtaun teristimewaku.
Beragam kue, kejutan dan kado teristimewa rasanya kembali di jaman satu angka lilin yang ditiup.
Engkau telah menghadirkan orang-orang terbaik disekelilingku. Yang selalu peduli dan selalu menularkan kebahagiaannya.
Aku sayang mereka Ya Allah, berkahi mereka seperti berkah yang aku rasakan saat ini.
Aku tau, kebahagiaan itu tak hanya di hari ulang taun.
Disetiap kebaikan yang kita lakukan, akan ada doa kebaikan dan balasan :))
Saat raga ini tak lagi menyentuhnya
Entah sudah berapa helai serat kerinduan ini terpintal disudut terjaga.
Sepanjang masa kupanjatkan doa bersimpuh memuja sang Maha Kuasa.
Saat diri ini hanya mampu merapal wajahnya, tak kuasa raga menyentuhnya, hanya sajak doa ku panjatkan dibelantara sujudku padaNya.
Tuhan, jaga ia disisi mu...
Karena ia telah menjagaku bahkan saat aku masih dalam kandungannya.
Saat iya terlelap nyenyak, terbangun karena tangisku.
Saat aku nakal, tertawa dan berusil kawan.
Saat ia masih bisa aku sentuh, masih bisa aku kecup pipi dan keningnya.
Saat ia rela jadi tamengku.
Beri ia tempat terindah, seindah keikhlasan hatinya...
:')
Sunday, 6 April 2014
Cinta ALLAH itu Cinta Abadi
Cukup rasakan desirannya sebagai bukti adanya.
Dan tak usah tergesa mendahului rahasia-Nya.
Bila saat ini engkau sedang resah, menangislah..
Karena airmata adalah bahasa kejujuran.
Cerminan hati yang lembut..
Biarkan ia menetes hingga resah itu hilang,
Biarkanlah ia mengadu kepada peraduan terindahnya,yaitu Allah Azza wa Jalla..
Dan Dialah sebaik-baik tempat untuk mengadu.
Kita tidak memiliki tubuh ini.
Kita tidak pernah memiliki mereka yang mencintai tubuh ini.
Raga ini milik Allah, jiwa ini kepunyaan Allah, hati ini ciptaan Allah, merekapun milik Allah.
Bahkan, cinta itupun milik-Nya.
Sepercik cahaya ketenangan yang ditebarkan untuk kebahagiaan hamba-hamba-Nya.
Segera redam gemuruh itu, palingkanlah hatimu dari cemburu yang menipu.
Jika cintamu tak lagi bersambut, maka kembalikanlah kepada-Nya.
Murnikan kembali agar ia tetap bercahaya, karena disanalah cintamu tidak akan pernah disia-siakan
Thursday, 20 March 2014
Common Girl, I Think Enough of You
Wednesday, 8 January 2014
Hidup itu Pilihan :))
Friday, 20 December 2013
I LOVE YOU FOREVER
@reginaristia








