Saturday, 30 August 2014

Menikmati Kembang Api di Tepi Pantai Santolo



Seluruh masyarakat di belahan dunia tengah bereporia menyambut tahun baru 2013, tradisi yang setiap tahun di tandai dengan pesta kembang api di malam hari tepat pukul 24.00 ini menjadi momen yang sangat di tunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat dunia.
Hamparan cahaya menari di atas langit. Berjuta pasang mata menyaksikan kala detik-detik waktu yang terus berlalu. Meskipun pesona keindahannya hanya sesaat, namun kenangan yang tertuai di setiap momennya tidak akan raib dilupakan.
Jalanan kota dihiasi oleh warna warni terompet dan kembang api. Pria keriput itu tak ingin melewatkan momen singkat ini untuk terus mengais rezeki. Mengumpulkan sisa tenaga dari paruh usianya dengan berkarya membuat puluhan terompet, menafkahi istri dan anaknya yang juga tak ingin melewatkan pentas seni kembang api.
Rintikan hujan masih mengguyur sejak tadi sore. Kekhawatiranku mulai tersirat kala tetesan yang jatuh dari langit itu belum berhenti menitikan kecemasan yang tak kunjung reda hingga senja tiba. Akhir-akhir ini hujan memang sering datang tak perlu diduga. Merayakan pergantian tahun di musim hujan memang bukan idaman bagi mereka yang tak ingin melewatkan tanpa kesan.
Kebanyakan anak muda merayakan malam tahun baru bersama pacar mereka. Bergandengan tangan penuh mesra menjadi suatu hal yang biasa. Entah kemana orang tua mereka melepaskan buah hatinya yang mereka anggap dewasa, berkeliaran di malam yang tidak akan tidur itu. Riuh gaduh pun terdengar. Para geng motor ramai-ramai berkonvoy, meneriakan knalpotnya, mengiramakan klaksonnya, membuat kewalahan para penegak hukum lalu lintas jalanan.
Hingga hiruk pikuk itu sempat terdengar di sejumlah masjid. Umat muslim berdzikir di rumah Allah. Bertafakur dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan selama ini. Merenungi dosa sambil mengucapkan kalimat istigfar berkali-kali dan menitikan air mata. Mereka memanfaatkan detik bergulir pergantian tahun dengan mendekatkan diri pada sang pencipta.
Malam pergantian tahun itu bukan suatu kehedonisan. Ada pula yang memilih diam di rumah, berkumpul bersama keluarga. Membuat pesta kecil di belakang halaman rumahnya, sambil membakar jagung mentega bersama sanak saudara. Lihat lah, bisa dibayangkan indahnya kala kebersamaan keluarga penuh dengan canda tawa.
Menikmati tahun baru di luar rumah bukan juga berarti ingin berfoya-foya. Sebagian dari mereka termasuk aku, menyaksikan keindahan malam pergantian tahun bersama para sahabat di tepian pantai. Pantai sayang helang garut jadi sasaran kami. Kami bernafas lega setelah hujan akhirnya reda pada detak waktu 2 jam sebelum hari itu berganti.
Atmospir sorak sorak gembira dan tiupan terompet mendesak waktu yang tak bisa diburu-buru. Kameraku sudah berjaga seakan tak mau melewatkan keindahan kembang api di tepi pantai. Desiran ombak malam tak lagi kelam dibiasi percikan cahaya kembang api. Mereka bersorak gembira, menghitung mundur detak jam yang akan berganti. Ya allah betapa indahnya cahaya warna warni yang menari di atas langit ini.
Good bye 2012, wellcome 2013. Yel yel itu kami teriakan sambil mengucapkan beberapa harapan. Resolusi di tahun baru yang tentunya ingin menjadi lebih baik. Meninggalkan tahun 2012 bukan hanya dilewatkan begitu saja. Banyak kenangan indah di tahun yang sekarang resmi disebut tahun kemarin itu. Banyak peristiwa indah, mengesankan, menyedihkan,  mengharukan bahkan suatu tragedi yang tidak pernah bisa ku lupakan. Ku tutup album tahun itu. Membuka lembaran baru dengan tekad perubahan.
Meski malam tahun baruku tak semegah kincir raksasa london eyes di Inggris, atau gedung Casa de Correos Spanyol, bagiku ini adalah masa dimana aku akan mengukir lagi kenangan terindah bersama sahabat-sahabatku. Momen sederhana ini terasa bermakna ditemani sahabat yang sellau menemani saat suka dan duka.

Friday, 8 August 2014

Orang Ketiga

Kita ga pernah tau kapan rasa ini ada karena perasaan ini mengalir gitu aja.
Ketika semesta tiba-tiba mempertemukan kita dalam kesamaan yang mendominasi.  Dalam ruang yang seolah disetting untuk mengutarakan kebetulan yang keseringan.

Hingga akhirnya kita saling nyaman, saling ketergantungan, saling membutuhkan dan saling memikirkan.

Kali ini aku mengakui kalau aku ini makhluk yang lemah. Yang akhirnya luluh dan mempersilahkan masuk perasaan yang sebenarnya terlalu lancang aku rasakan.
Hingga aku harus mengintip tiap celah takdir dan mempertanyakan keberadaanmu. Dan memikirkan dimana kamu letakan aku?

Tapi aku tau diri. Biarkan lagu Maudy Ayunda ini jadi soundtrack-ku kali ini. Meski kadang devil dan angel memperdebatkan rasa ini. Dan aku mulai lelah. Padahal aku belum melangkah. Aku masih terpaku dalam satu langkah maju atau mundur.
Maju dengan menghasut takdirku atau mundur dengan kesadaran diriku.
Maju dengan meyakini kamu atau mundur dengan tidak mengganggu pikiranmu.
Dan aku berusaha tidak kepo dengan perasaanmu.
Entah sebesar apa rasa itu, dan kali ini devil yang mendominasi pikiranku.
Aku ini pelampiasanmu!
Kala kamu butuh apa yang tidak ada di dirinya. Berasa penghibur ketika kamu jenuh dengan sikapnya.
Dan kamu adalah sutradaranya, ketika kamu harus memilih siapa pemeran utamanya.
Aku mohon, devil jauh jauh dariku. Buang prasangka burukku.
Meski aku pernah memprediksikan ini, aku tau konsekuensinya kalau kemungkinan kecil kamu milih aku.
Jadi ini rasanya menjadi kandidat yang dipilih dari pilihan. Bukan satu satunya pilihan.
Bukan sakit lagi, perih rasanya.

Ketika dia yang tlah lama mendampingimu tiba-tiba tersadar dan memberikan apa yang kamu mau. Tunggu apalagi, yakini hatimu dan jangan lagi mengotak ngotakan perasaanmu. Pergilah dengan dia yang punya segalanya. Yang pernah kamu perjuangkan perasaannya. Yang lebih awal dipercaya semesta. Yang lebih dulu menggoyahkan perasaanmu. Yang lebih dulu memberikan pelangi dimatamu.
Cukup dia jadi pelabuhan terakhirmu. Dan cukup aku yang jadi korbanmu. Melakoni peranku berpura-pura sambil melengkungkan senyuman terbaik membayangkan dia yang mendampingimu dipelaminan itu.
Lalu bagaimana denganku?
Biarkan aku disini menyendiri melepas mimpi. Melupakan janji kita.
Belajar menerima siapapun selain kamu. Terlalu disayangkan kalau perasaan ini dibuang. Biar bersemayam agar doa kebaikan untukmu ini terus dipanjatkan.

Bagaimana dengan tuhan ketika melihat umatnya yang memikirkan dua jalan dan jalanNya diragukan.

Maaf kalau aku terlalu menyinggung tuhan. Bukankah rasa ini juga dari tuhan?
Aku rasa Allah punya maksud lain dibalik ini. Dan aku harus punya ancang-ancang untuk belajar ikhlas melepaskan.

Aku punya apa untuk meyakini mu kalau aku ini yang terbaik buat kamu.
Menyebut namamu dan mendoakan kebaikanmu saja aku masih bersembunyi diam-diam. Cukup jadi urusan aku dengan Nya.

Malaikat akhirnya memberontak. Kalau aku ini harus bijak.
Tetap berprasangka baik.
Tersenyum dan melangkah kebelakang. Mundur.
Tak usah memaksa takdir.
Pasrah.
Karena waktu masih terus berjalan.
Semesta masih terus memperhatikan tiap gerak gerik dan pemikiran.
Hanya untuk satu hal: sebuah pembelajaran.
Allah menciptakan kita sebagai umat yang pandai berfikir. Membaca pertanda yang diberikanNya.

"Aku adalah ujian buat kamu ketika kamu harus lebih yakin dengan pilihanmu dan kamu adalah ujianku ketika aku harus lebih yakin dengan takdirNya,"

Tuesday, 29 July 2014

Edisi Baper: Pacaran Lama Akhirnya Putus Juga, Buat Apa?

Ketika kamu mengagumi seseorang, sebelum kamu melabuhkan hati padanya, kamu harus menelusuri sejauh kamu bisa menerima kekurangannya. 
Seperti halnya desiran ombak, yang namanya perasaan itu sulit ditebak. Ritmenya kadang labil dan menghantam seiring desiran arah angin. 
Mungkin ini salah satu alasan kenapa seseorang enggan mendekati org yg dia suka. Karna ia ingin org itu terlihat sempurna. Tanpa ada kekurangan sedikitpun. 
Kata kata puitis ternaif adalah mencintai dengan segala kekuranganmu itu adalah palsu. Terlalu dipaksakan. 
Sampai akhirnya ketika kamu menjalani hubungan dan mulai menuai masalah, kamu hanya bisa terdiam dan mengepal kecewa dlm hati "seandainya dia bisa ngertiin aku" 
Lalu bagaimana seorg pria bisa memaknai dgn sempurna bahasa non verbal wanita? 
Wanita enggan disebut makhluk tak konsisten. Meskipun kadang ia ingin tapi berkata tidak. Iya mau tapi menutupi. Bukankah itu perasaan alamiah? Ketika wanita ingin jauh lebih dipamahi. Karena mereka kadang terlalu memaksimalkan hati untuk memaknai cinta. 
Dan kamu tau? Siapa bilang pacaran itu menyenangkan? Bagi para jombloers kali ini aku berpihak padamu.
Dibalik pm atau dp yang saling memasang foto berpasangan, ada pula raut kesedihan dan kekecewaan. Apalagi mereka yang menjalin hubungan jauh lebih lama dari pergantian presiden setiap periodenya.
Ada yg lebih memilih diam bertahan sementara ia tidak mendapatkan kebebasan atau bahkan tidak mendapatkan reward atas apa yang dikorbankan. Aku tidak menyebut makhluk yang merasakan ini pria atau wanita. Keduanya sama. Ada yang pernah merasakan itu.
Iya bertahan pada sesuatu yg menjenuhkan. Sesuatu yang jauh lebih berbeda dari awal pertemuannya. Iya hanya berpura pura bahagia di status path nya dan lebih menelan sendiri kerisauan batinnya. Entah sampai kapan mungkin sampai ia pindah menjadi org kategori kedua. Org kategori kedua ialah ia yg berontak. Mulai merasa kejenuhannya meningkat dan berasa pelet yang ditanam meluntur setipis perasaannya yang bertolak dari awal kemesraannya. 
Iya cukup berani mengambil keputusan meskipun itu juga hal terberat. Ketika kamu mendaki gunung untuk melihat keindahan sunset namun gagal karna tertutup awan mendung, kalau kamu terus terusan menanti namun tak kunjung nampak itu artinya kamu harus mencari gunung lain yang sekiranya jauh dari awan mendung. Agar keindahan sunset itu nampak.
Jadi, kalaupun hubungan itu kamu pertahankan dengan sangat lama bukan berarti itu sia sia kandas ditengah jalan. Tuhan tidak pernah memberikan alur cerita yang sia sia semuanya penuh makna. 
Ada maksud lain dibalik itu :')
Jadi berpisah dengan dia yang sudah tidak ingin diajak menuju kebaikan atau sudah tidak merasa saling melengkapi, melanggar komitmen atau apapun itu yang menyesakan hati, mending cepet putusin aja. Karna ada yang lebih berarti dibanding dia. Ada yang menunggu mu disana. Kalau belum ada, bersabarlah karna tuhan sedang mempersiapkan itu semua. Sementara kalau belum dekat dgn siapa siapa, coba lah melangkah mendekati tuhan. Ia yang menciptakan rasa itu, ia yang menciptakan orang yang membuat kita merasakan suatu rasa absur yang namanya cinta.
Jadi gak usah khawatir biarpun kamu menyayangkan untuk berpisah, sejatinya apa yang seharusnya akan menjadi milik kita, mau kemanapun pasti akan kembali pada kita :) if something is destined for you, never in million years it will be for somebody else.
"Jika sesuatu ditakdirkan untukmu, sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milik orang lain,"

Saturday, 7 June 2014

Tips Penting Saat di Kereta! WAJIB Baca Bagi Pemula...

Kalo boleh jujur, seumur hidup gue belum pernah naik kereta. Dari kecil gue udah dikenalin sama roller coaster. Itu sebab nya gue gak pernah mau naik kereta karena udah ngebayangin ke-ngeriannya.

Selain ngeliat pelangi, balon terbang diudara dan gradiasi awan senja, ada satu hal lagi yang paling gue tunggu kedatangannya. Ketika kereta melintas dipersimpangan antara rel dan jalan raya. Tepat didepan palang pembatas, gue mantengin jalan sambil ngeliat kereta lewat dengan sekelebatnya.
Seru aja ngeliat nya. Apalagi kalo sambil ngeliat isi penumpangnya. Ada yang nongol dan berdiri didepan pintu kereta berasa mau bunuh diri kebayang kalo di rel kereta, ada polisi tidurnya.
Kali ini, gue barengan rekan gue yang namanya lagi ngetrend dan lebih booming dari regina farhat. (dalam kurung, *Selfie*)
Gue dan selvi ngerencanain pergi ke jogja naik kereta. Karena keabisan tiket ekonomi alhasil kita naik kereta bisnis yang harganya 4x lipat dari kereta ekonomi. Ada yang tau, kenapa dinamain kereta bisnis? Apa karena pakai rok mini jadi alasan? *gak nyambung
Jawabannya, menurut gue mungkin ketika penumpang keabisan tiket ekonomi, mau gak mau penumpang harus naik kereta ini. Itu sebabnya harganya lebih mahal karena kereta ini jadi dibisnisin.
Nah tips pertama dari gue, kalo lo mu naik kereta murah musti booking tiket jauh jauh hari biar ga penuh dan bisa nentuin nomor kursinya. Misalkan lo ngerencanain perjalanan untuk 5 taun lagi lo harus beli tiketnya sekarang juga. *udah berasa mu umroh aja*
Keberangkatan dari stasiun bandung dijadwalkan pukul 8 malam, diperkirakan bakalan nyampe stasiun wates pukul setengah 3 subuh. Itupun kalo ga macet karena malam ini malam minggu.
Sambil nungguin selvi dateng dianter adek nya si jordy, gue nungguin depan stasiun pukul 7 malam. Sebel banget deh, baru dateng udah digodain tukang beca.
"Neng dari pada nungguin disitu lama, mending sini naik beca aja" kata si mang beca.
"Mang mau nganterin saya ke jogja naik beca?" tanya gue sambil nurunin gembolan tas, tripod dan oleh-oleh buat mbah Surmini di Kulonprogo Jogja.
Sebenernya gue bawa baju sedikit mungkin. Tapi yang bikin berat itu tas kamera beserta lensanya. Udah berasa mu motret wedding ribetnya. Bawa lensa wide, makro sama fish eyes. Gaya.. Padahal maksudnya lensa hape yang kayak jepitan jemuran baju.
Gue kira perut tiba-tiba mules karena emang lagi pms, tapi ternyata ngedadak mules gara-gara psikometrik alias nearvous deg-degan udah mau mendekati gerbong kereta.
Gue tau ini kenyataan yang sulit. Kita belum akan tau segala hal apapun kalau belum mencobanya. Dan yang paling sulit itu "mengawalinya".
Tapi beneran deh, gue deg-degan. Berasa mau donor darah. Sambil masang muka so-so kalem gue dan Selvi menyusuri satu gerbong ke gerbong lainnya mencari kursi yang sesuai dengan nomor ditiket. Selvi yang udah keseringan naik kereta cuman bisa ketawa liat tingkah kampungan gue yang baru pertama naik kereta.
Singkat cerita, setelah bunyi peluit dikumandangkan, si mas mas sinis alias masinis langsung tancap gas menahkodai keretanya. Gue langsung celingak celinguk nyari sabuk pengaman.
Sampe kereta berbunyi "jug ijag jug ijag ijug" gue belum nemuin dimana sabuk pengaman berada.
Well.. Gue nyoba tenang dan menyadarkan diri kalau ini bukan roller coaster.
Ternyata... Setelah beradaptasi dengan laju kereta, akhirnya gue bisa meminimalisir rasa takut naik kereta. Prediksi negatif kereta anjlok, truk sampah tiba2 mati ditengah rel atau bentrokan kereta, perlahan bayangan itu hilang seketika.
Dan gue malah ngerasa seneng naik kereta. Diluar mungkin keliatannya melaju cepat tapi didalem berasa naik odong-odong.
Oia lo harus tau, kereta itu kendaraan yang bikin penumpangnya ngerasa terhormat loh! Karena disaat kereta melaju dipersimpangn antara jalan raya dan rel, para pengendara langsung berhenti dan mempersilahkan kereta lewat. Meriahnya, disambut suara "ngiung-ngiung" dan dihiasi lampu kota lebih dari 5 watt. Pas kita lewat, pengendara langsung ngeliatin kita dengan terpananya. Seperti yang pernah gue ceritain sebelumnya, gue pernah ngerasain berada di posisi para pengemudi jalan raya itu.
Oia, ada lagi nih tips kedua buat lo yang sama-sama punya hobi jalan-jalan men. Kalo perjalanan lo berjam-jam, lo harus bawa persediaan makanan dari rumah. Kalo perlu bawa majigjar-nya. Lo ga usah khawatir, disini ada colokan listriknya kok.
Kalo tau gini juga gue bakalan bawa terminal. Biar bisa ngecas hp, batre kamera, power bank, ngecas tab, dan majigjar sekalian. Tapi gue takut listriknya gak kuat dan alhasil kereta nya ngedadak mati ditengah jalan gara-gara "ngajepret". Kalau seandainya ni kereta berhenti ditengah hutan belantara atau terowongan casablanca, entah deh gue ga bisa ngebayanginnya. Kalo ada sisi kamera gue bakalan langsung melambaikan tangan secepatnya.
Oia, nyambung yang tadi, kalo seandainya tiba-tiba perut lo kriuk-kriuk kayak bawang goreng mie sedap, dan lo ga bawa mie sedap, lo harus beli pengganjal perut di dalam kereta. Gak mungkin juga lo nyari batu trus disakuin karena gak bakalan bikin perut lo kenyang juga.
Di dalam kereta, ada si mbak-mbak cantik yang nawarin menu makanan.
Ini yang bikin gue nyaranin lo bawa majigjar kecil dari kosan atau bawa rantang, lo bakal kaget dengan harga menu yang ditawarkan. Ga semanis wajah si mbak-mbak yang jualannya. Di dalam kereta harga makanannya udah nyamain harga Restoran Gokana.
Karena Selvi tetep kelaperan padahal udah gue kasih dua potong kue bronis, mau gak mau dia mesen nasi goreng di si mbak-mbak yang ngider dari satu gerbong ke gerbong lainnya itu. Sekalian juga mesen kopi item, si minuman favorit gue menjelang tidur.
Selain menyediakan fasilitas delivery makanan, disini juga menyewakan bantal kecil yang dipatok harga 6000 rupiah per-pcs nya.
Nah tips selanjutnya, daripada lo musti ngeluarin kocek seharga 3 bungkus nasi kucing, mending lo bawa bantal, guling dan selimut dari rumah. Kalo perlu bawa samak alias karpet biar bisa lesehan di bawah kalo tiba-tiba naluri pembantu lo keluar.
Tapi sebenernya tanpa sewa bantal kecil, kursinya juga udah enakeun kok. Apalagi kalo disebelahnya punya temen berbadan spring bed. *gak bermaksud nyindir Selvi kok. Bener apa kata Maudy Ayunda, gue juga "Tau diri". Haha
Tips selanjutnya, kalo lo ngerasa borring di dalem kereta apalagi kalo kereta malam yang bikin lo ga bisa liat apa apa kalo nengok jendela, lo harus bawa headset buat dengerin lagu. Atau kalo sinyal hpnya kuat, lo bisa main cookierun sambil ngumpulin koin biar bisa beli cookie yang ajib. Selain bawa headset lo juga disaranin bawa buku bacaan. Soalnya di kereta baca buku itu ga bakalan bikin mual kayak di bus atau di mobil. Asalkan buku yang lo baca ga kebalik.
Nah buat lo yang gak suka baca, main game atau dengerin lagu, lo bisa ngelakuin apa yang gue lakuin sekarang. Memejamkan mata sambil menyebut Asma Allah. Kita emang ga mau terjadi hal yang gak diinginkan. Tapi yang namanya umur siapa tau. Seenggaknya ketika malaikat maut mau ngejemput gue, gue lagi keadaan berdzikir pada sang khalik.
*cie kata-katanya berasa copast dari twitternya mamah dedeh*










Friday, 6 June 2014

Tuhan Bersama dengan Mahasiswa yang Berjuang Melawan Soal Statistik


Biarpun punya kesamaann kata belakang -"Tik", Statistik dan Jurnalistik itu adalah dua hal yang gak bisa disamain kemudahannya. Baik jurnalistik, Statistik, Mistik atau hal lain yang berin-Tik rintik. Statistik itu ilmu pasti. Biarpun aku adalah orang yang butuh kepastian, bukan berarti kepastian dari ilmu statistik ini yang aku cari.  Mungkin sama halnya dengan masa lalu. Masa lalu itu pasti, dan yang gak pasti itu masa depan .. *ya kali --"

Tapi beneran deh, mungkin diliat dari tampang, si mantan anak farmasi ini udah keliatan kayak yang ahli dibidang statistik. Di balik itu, padahal kalau udah liat soal statistik numpuk engga tau kenapa badan tiba-tiba gatal, panas dingin, mual-mual, susah buang air besar. Mungkin ini kali yang namanya gejala Alergi Statistik. Pengen banget ngeloncatin mata kuliah yang satu ini. Tapi apa daya, kalau harus melawan arus tapi ujung-ujungnya terhanyut juga.

Setidaknya, aku beruntung banget punya temen anak statistik. Tadinya, mau nge-joki gitu minta tolong sama dy buat ngegantiin aku ujian. Tapi khawatirnya ketauan si pengawas. Padahal di peraturan ujian gak ada tercantum peserta ujian boleh menyuruh orang lain untuk menggantikan ujiannya.

Jam belum menunjukan waktu jadwal ujian, tapi para mahasiswa udah bersiap menunggu di depan ruang dosen. Menanti kedatangan pengumuman ruang ujian. Kadang. bagian ini yang paling menyebalkan. Ketika para mahasiswa berlarian dan berdesakan saling siku menuju kursi panasnya. Berharap gak duduk di depan atau duduk paling belakang karna kalo duduk paling belakang suka disuruh maju ke depan. Tapi mau duduk dimanapun aku masih bisa tenang-tenang aja karena badanku yang sedikit kurang langsing ini bisa menutupi pengawasan dari sisi tv.

"Ruang berapa?" tanya salah seorang mahasiswi yang lagi sibuk benerin jas almamaternya.
"304! Cepet" ungkap rekannya sambil berlari menuju ruang yang dituju.
Setelah para mahasiswa seperjuangannya ini masuk kelas dan menduduki kursi panasnya, tiba-tiba ada salah seorang dari luar yang berlari sambil ngos-ngosan.
"Salah! 307A!" ujarnya dengan semangat.
Serentak, gerombolan yang merasa salah ruangan langsung berlari dan berhamburan keluar. Alhasil, yang tadinya berniat duduk di kursi strategis, udah keduluan sama yang dateng lebih awal.
Tapi ada yang lebih konyol lagi. Ketika seseorang berlarian menuju papan pengumuman melihat ruang ujiannya, ia berteriak 301 kepada teman-temannya. Padahal, ia masuk ke ruang 303. Nah yang satu ini penipu gadungan yang ngerjain para temennya. (Hahaha padahal ini kelakuan gue sendiri --") Lucu aja kali ngeliatnya udah kayak anak itik "Bringka". Bring kadie, bring kaditu...

Harapan terbesar pertama ketika duduk diruang ujian adalah berharap mendapatkan petugas yang woles. Zonk itu ketika mendapat pengawas Bu Santi dan Bu Rita Gani yang mengawasi bebarenga -__- *Adegan ini pernah dialami ketika ujian Komunikasi Massa.
Setelah menyiapkan alat tempur berupa pulpen, kalkulator, buku dan foto kopian kartu ujian yang ilang, aku bersiap menghubungi Rini. Sohibku yang pandai berstatistik.
Langsung aja, aku memasang muka so-soan lagi ngisi lembar jawaban. padahal, lagi ngisi nama dan nomor absen. Sekalian dikasih tulisan bismillah, "Semoga tuhan beserta dengan mahasiswa yang sedang berjuang melawan soal statishit.."

Ternyata, yang namanya bego itu ada dua macem. Bodoh murni dan semi bodoh. Kalau bodoh murni itu, ada soal ujian, ada rumus tapi dia gak bisa dan gak ngerti cara ngerjainnya. Sedangkan, semi bodoh, dia ngerti soal, tau rumusnya tapi gatau ngitungnya. Nah kayaknya sih aku termasuk semi bodoh spesialis statistik, Karena gak bisa nentuin 0,001 itu lebih kecil atau lebih besar dari 0,74. Yang manapun yang lebih besar, masih tetep besaran badan gue :( #skip

Dan pada akhirnya, aku bisa menyelesaikan soal statistik yang meskipun cuman 3 soal, tapi aku bersyukur bisa melewatinya dan plis, tuhan jangan sampai aku mengulang kejadian ini lagi. Baik dejavu, mimpi atau kenyataan yang sebenarnya. Terimakasih atas segala kelancaran yang engkau berikan. Tuhan, maaf kalau aku menyontek. Ini hanya segelintir momen darurat :/
Aku gak menyontek. Aku hanya membantu Rini untuk menguji sejauh mana ilmu statistik yang ia pelajari terserap. Ternyata, Alhamdulillah, ia bisa menyelesaikan soal yang aku foto langsung dari ruang ujian. Udah kek berasa live report gitu.





Friday, 9 May 2014

Syukron, Jazakumullah my 21 ...

Seperti halnya air yg terus mengalir, aku tak pernah berhenti bersyukur dalam keadaan apapun.
Terima kasih Ya Allah atas anugrah Mu, pencapaian harapanku dan kejutan ulangtaun teristimewaku.
Beragam kue, kejutan dan kado teristimewa rasanya kembali di jaman satu angka lilin yang ditiup.
Engkau telah menghadirkan orang-orang terbaik disekelilingku. Yang selalu peduli dan selalu menularkan kebahagiaannya.
Aku sayang mereka Ya Allah, berkahi mereka seperti berkah yang aku rasakan saat ini.
Aku tau, kebahagiaan itu tak hanya di hari ulang taun.
Disetiap kebaikan yang kita lakukan, akan ada doa kebaikan dan balasan :))


Saat raga ini tak lagi menyentuhnya

Entah sudah berapa helai serat kerinduan ini terpintal disudut terjaga.
Sepanjang masa kupanjatkan doa bersimpuh memuja sang Maha Kuasa.
Demi melampiaskan rasa rindu yang terus menggebu.
Saat diri ini hanya mampu merapal wajahnya, tak kuasa raga menyentuhnya, hanya sajak doa ku panjatkan dibelantara sujudku padaNya.

Tuhan, jaga ia disisi mu...
Karena ia telah menjagaku bahkan saat aku masih dalam kandungannya.
Saat iya terlelap nyenyak, terbangun karena tangisku.
Saat aku nakal, tertawa dan berusil kawan.
Saat ia masih bisa aku sentuh, masih bisa aku kecup pipi dan keningnya.
Saat ia rela jadi tamengku.

Beri ia tempat terindah, seindah keikhlasan hatinya...
:')



Sunday, 6 April 2014

Cinta ALLAH itu Cinta Abadi

Cinta itu laksana desiran angin, tak perlu tergesa, berlari dan berlari untuk membuktikan keberadaannya. 
Cukup rasakan desirannya sebagai bukti adanya. 
Dan tak usah tergesa mendahului rahasia-Nya.
Bila saat ini engkau sedang resah, menangislah..
Karena airmata adalah bahasa kejujuran. 
Cerminan hati yang lembut..
Biarkan ia menetes hingga resah itu hilang, 
Biarkanlah ia mengadu kepada peraduan terindahnya,yaitu Allah Azza wa Jalla.. 
Dan Dialah sebaik-baik tempat untuk mengadu.

Kita tidak memiliki tubuh ini. 
Kita tidak pernah memiliki mereka yang mencintai tubuh ini. 
Raga ini milik Allah, jiwa ini kepunyaan Allah, hati ini ciptaan Allah, merekapun milik Allah. 
Bahkan, cinta itupun milik-Nya. 
Sepercik cahaya ketenangan yang ditebarkan untuk kebahagiaan hamba-hamba-Nya.
Segera redam gemuruh itu, palingkanlah hatimu dari cemburu yang menipu. 
Jika cintamu tak lagi bersambut, maka kembalikanlah kepada-Nya.
Murnikan kembali agar ia tetap bercahaya, karena disanalah cintamu tidak akan pernah disia-siakan

Thursday, 20 March 2014

Common Girl, I Think Enough of You

Udah mau setaun kali yah semenjak putus dari prama tapi kok ngerasa galau nya baru sekarang ..
Apa banget lah.. padahal nyesel sih engga. Sumpah dihati ini engga ada kata menyesal justru bersyukur sama Allah udah ngeliatin dia yang sebenarnya.
Lagi pula niat aku putus sama dia sebenarnya bukan karna hanya kesibukanku yang menumpuk. Tapi mungkin kelamaan kali pacarannya dan udah lama gak di upgrade cara pacarannya. Yah, apapun itu sebenernya kalo kelamaan itu bahaya juga. Pengennya sih cepet nikah cuman takdir berkata lain dan nikah itu gak segampang ngucapin ijab kabul. Biarpun disana jutaan umat terkaget ketika tau regi sama prama udahan, apapun itu yang jelas aku udah gak peduli lagi. Satu hal yang nguatin aku kalau kita melepaskan sesuatu karena Allah, Allah bakalan ngasih yang lebih baik dari itu. Cukup.
Semenjak putus sama prama emang banyak perubahan. Jadi lebih baik sih iya. Yang tadinya malem minggu jalan-jalan bareng dia, sekarang dikamar yasinan sambil wiridan. Ngeluarin banyak isi dompetpun jadi sayang kalo sekedar dipake hura-hura.
Sekarang aku udah ngurangin kesibukanku. Udah sadar sih lieur pisan loba-loba teuing jadwal yang bentrok. Ditambah, sekarang aku dikasih suatu penyakit yang bikin aku gak boleh terlalu kecapean.
Pernah sih sedikit envy waktu tiba-tiba ada TL yang sedikit ngagetin pas tau prama jadian sama temen deketnya. Seneng sih ada. Seneng karena oh bagus lah kalo dia udah ngedapetin pengganti aku. Lagian kayaknya dia emang udah lupa banget kali yah sama aku. Gak masalah yang penting aku gak pernah lupa sama tuhan sang maha semesta.
Aku udah berkali bilang sama prama kalo aku butuh imam yang bisa nuntun aku sama-sama kearah yang lebih baik. Tapi mungkin Allah ngasih jalan lain kalau seorang imam yang aku idamkan itu bukan prama. Bukan si cowok ganteng itu.
Ngebeban juga sih pas putus sama dia. Karena pas orang lain tau putus mereka langsung ngejudge aku yang engga baik. Ya ialah karena aku jago melakukan pencitraan di depan orang lain sehingga si doi ini bisa dikenal baik. Yang lain pasti bilang duh nyesel banget si regi menyia-nyiakan cowok baik kayak prama. Tapi musti kalian ketahui kadang yang namanya kebaikan itu tidak kasat mata loh
Sempet kecewa sama prama yang tiba-tiba ngeblokir fb aku, Apa maksud lah dia nge blokir aku, padahal aku masih pengen jaga hubungan baik sama dia. Tapi yaudalah…
Sekarang aku bersyukur banget dianugrahi sahabat-sahabat yang care banget sama aku. Apalagi waktu aku sakit mereka peduli banget sampe ngompresin, ujan-ujanan beliin obat, nginep dirumah aku, nganterin ronsen cek darah sampe ngingetin minum obat.

Jadi apa sebenarnya alasan aku galau? Mungkin rasa galau ini hasutan dari setan kali yah yang menggoyahkan hati. Aku harus tetap teguh dan selalu berusaha mendekatkan diri sama tuhan. Sekarang harus focus PDKT sama tuhan dan selalu terus memperbaiki diri… 

Wednesday, 8 January 2014

Hidup itu Pilihan :))


Ketika kita melemparkan sebuah dadu dan hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, pilihannya cuman dua. Tetap menerima angka itu atau melempar kembali dadu tersebut tanpa tau pasti angka yang keluar. Bisa lebih baik atau mungkin lebih buruk dari angka sebelumnya.

Friday, 20 December 2013

I LOVE YOU FOREVER


“I LOVE YOU, FOREVER...,” 
@reginaristia

Cintai lebih dalam Penciptanya, sebelum kamu mencintai ciptaan-Nya...

***
Kamu tau yang namanya jatuh cinta itu seperti apa? Tidak ada yang menandingi anugrah rasa yang telah Allah berikan itu. Betapa indahnya cinta sampai aku bersyukur bisa diberi kebahagiaan, yaitu dia. Bagiku, dia adalah segalanya bagiku. Dia yang menemaiku selama lima tahun. Saat masih memakai seragam putih abu hingga berpijak di kampus biru.
Semakin hari rasa cintaku semakin besar. Aku rela berkorban demi dia. Hingga aku memiliki rasa takut teramat dalam untuk kehilangan dia. Apapun kulakukan demi si dia. Status facebook-ku selalu berkata aku mencintai dia selamanya.
Tapi, siapa sangka. Aku kira kebahagiaan itu bakalan berlangsung lama. Allah sang sutradara semesta punya rencana dasyat loh. Allah mengambil ibu dariku. Orang yang selama ini sering aku sia-siakan. Orang yang kadang aku bohongi demi mementingkan si dia.
Terkadang kita baru tersadar  akan sesuatu berharga setelah sesuatu itu hilang. Atas kehendak dan kekuasaa-Nya, Allah ternyata memarahiku. Allah mengambil ibu dariku agar aku tau kalau selama ini aku sangat bodoh. Mencintai seseorang secara lebay.
Semenjak ibu pergi, aku mulai belajar mengubah diri. Belajar untuk lebih dekat dengan Allah. Aku mulai mengenal apa itu pacaran dan entah berapa besar dosaku perbuat saat setan menghasut ketika aku sedang berduaan dengan si dia.
Dia mulai curiga dengan sikapku. Dia merasa aku menjauhinya. Aku bilang yang sebenarnya kalau aku ingin mengubah hidupku jadi lebih baik. Tapi, dia tidak mempercayaiku. Dia bilang aku menyembunyikan sesuatu. Dia bilang aku sudah tidak mecintainya lagi dan dengan gampangnya dia mengira kalau aku ngecengin cowok lain.
Ya Allah, cobaan apalagi ini. Aku kira, ia bisa mengerti dan mendukung niat baikku. Aku hanya ingin kita sama-sama memperbaiki diri melangkah bersama mencapai keridhoan Allah. Aku berdebat dengannya hingga akhirnya dia tidak mau hubungan kita seperti ini. Dia cuman mau kita seperti biasanya. Dia bilang sih dia tidak bisa jauh dariku. Padahal, aku hanya mengurangi frekuensi bertemu dan mengajak ia ikut mengubah hidupnya.
“Santai aja kali, kita kan masih muda bro. Harus nikmatin dulu hidup kalau udah tua baru kita fokus ibadah,” ujarnya enteng.
Aku hanya bisa mengelus dada dan berusaha untuk menahan amarahku. Ya Allah, lelaki seperti ini yang selama ini mendampingiku? Seperti ini lelaki yang aku kira bisa menjadi imamku? Padahal aku cuman ingin bisa dekat dengan-Mu tanpa harus kehilangan dia. Tapi kalau memang bersamanya bisa membuat aku jauh dari-Mu aku lebih baik kehilangan dia. Aku yakin, jika kita meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik.
Setelah aku berputus dengan si dia, entah kenapa aku merasa lebih lega. Padahal, dulu aku takut untuk kehilangan dia. Maha besar Allah yang mampu membolak balikkan hati manusia.
Waktu aku masih jadian sama dia, aku rela men-delete kontak teman-teman lelakiku demi meredam kecemburuan si dia. Astagfirullah, selama ini aku telah memutuskan tali silaturahmi dengan orang lain.
***
Waktupun cepat berlalu. Puji syukur aku punya kesibukan positif di kampus. Ditambah memiliki teman-teman pergaulan remaja masjid yang membuatku jadi istiqomah di jalan Allah.
Suatu ketika aku membuka facebook-ku, dari halaman muncul dengan sendirinya sebuah peristiwa penting. Tidak sengaja melewat diberanda tulisan 11-12-2013. Rupanya, disitu ditulis kalau si dia telah berpacaran dengan perempuan yang dulu sempat menjadi teman baikku. Aku tersenyum meski sedikit merasa aneh dengan ketulusan senyumku. Entah kenapa aku jadi ingin kepo dengan twitter si mantan itu. Setelah aku lihat, rupanya mereka yang baru jadian itu memasang foto ava yang sama. Si perempuan itu berpakaian serba mini dan duduk dekat dengan si mantan.
Ya Allah, terimakasih engkau telah menunjukan dia yang sebenarnya. Sekarang aku baru sadar akan rencana-Mu yang indah itu. Ternyata, pertanda itu selalu ada namun terkadang aku tidak menyadarinya..
Sekarang, semakin hari prestasiku semakin meningkat. Semua berkat usaha dan keridoan Allah. Betapa mudahnya move-on saat kita terus mengucapkan Asma Allah.
Biarpun sekarang aku jomblo, aku tidak merasa khawatir. Aku selalu berdoa agar aku bisa mendapatkan jodoh yang shaleh. Seorang imam yang hatinya rupawan, yang bisa menuntunku mencapai keridoan-Nya.
“Aku ngeliat Ardy udah jadian loh sama Vidya. Kamu kenal kan Vidya? Bukannya dulu teman curhat kamu yah,” ungkap Rini, teman semasa sekolah yang sekarang sekampus denganku.
“Iya, aku tau ko,” jawabku sambil terseyum.
“Kok kamu kayaknya seneng? Cie... kamu sendiri sekarang lagi deket sama siapa?” tanya Rini sambil menggoda.
“Alhamdulillah, sekarang lagi pdkt,” jawabku yang masih melengkungkan senyuman.
“Oia, sama siapa?” tanya Rini makin kepo.
“Sama Allah, dong,” jawabku sambil meninggalkan mushola.
Tidak ada yang abadi selain cinta seorang umat kepada penciptanya...

Saturday, 7 December 2013

Kukuyaan Jadi Kuya Beneran

Awalnya cuman mau setor muka doang sih ama anak-anak BEM. Mereka pada mau rafting di sungai Dago. Pas udah ngeliat anak-anak pake pelampung, Selvi langsung girang banget pengen ikutan. Terpaksa lah aku digiring dan dipaksa make pelampung juga. Alhasil, sesudah pake kostum yang mirip sama kura-kura ninja butet, kita langsung menuju sungai dago naik truk gede bareng pemandu.
Awalnya, aku kira arum jeram disini pake perahu gitu dan engga bakalan basah-basahan banget. Eh taunya, masing-masing dikasih satu ban dan mereka dihayutkan satu-satu. Lahhh ini sih bukan rafting tapi selancar sungai atau nama kerennya riverboarding. Melihat deras aliran sungai kebayang udah kayak devil bertanduk gitu, kaki tiba-tiba lemes, badan panas, masuk angin, flu batuk pokoknya udah engga karuan.

Bukannya lebay sih, aku emang masih belajar ngobatin trauma karna dulu pernah tenggelam di sungai. Tapi karna engga mau keliatan takut di depan anak-anak, terpaksa pura-pura so berani gitu.
Pas udah di “palid-keun” sama si aa rafternya, (rafter ini aku sebut si aa yang suka ngerafting di sungai itu, ngasal sih). Sumpah, serem banget aliran sungainya deras dan aku lemah tak berdaya sambil duduk di ban pelampung. Berteriak-teriak engga karuan kerudung udah gak kobe dan semua basah tiba-tiba aku menghantam batu besar. Dwaaaarrrr !!!! ban besar yang aku dudukin langsung kebalik kebawa arus gitu. Untungnya ada si aa rafter yang langsung siaga ngebantuin buat ngasih tau kalo aku masih hidup.

Ternyata, engga cuman baju, celana dan sepatu kece ku yang basah, pipi pun ikut basah terkena tetesan air mata. Bendera putih pun berkibar menandakan kalau aku menyerah. Aku duduk dibatu bareng si aa rafter. Pas ditanya jalan pulang kemana, katanya jauh kalo engga lewat sungai ini. Nah loh mampus mau engga mau aku harus lewat sungai dan engga bisa lewat darat. Setelah dibujuk sama si aa rafter yang lumayan ganteng sih akhirnya aku mau lewat sungai itu lagi asal dipegangin tangannya sama si aa yang pake ban juga.

Suara-suara bising pun mulai bergema. Anak-anak BEM pada teriak-teriak pas udah ngelewatin arus sungai yang lumayan ekstrim. Aneh nya mereka pada teriak-teriak dengan mulut lebar sehingga air sugai masuk kemulut mereka. Ada yang masuk idung dan malah kakinya keram keseleo, rematik asam urat dan kesemutan. Mungkin buat orang yang phobia kayak aku sih ini bener-bener gilaks dan bikin nyaris pingsan. Tapi, aku mencoba buat tenang pasrahin sama Allah. Disini aku bener-bener merasa sangat berani. Aku kan pake pelampung dan helm insya allah safety. Ditambah dipegangin sama si aa rafternya. Aweuuu...

Sempet beberapa kali terpisah sama si aa rafternya saking deras aliran airnya. Aku ke kiri si aa nya kekanan dan terhantam batu besar. Nyangkeud lah aku (tersendat di batu dan engga bisa maju). Tangan aku sama si aa rafter terpisah padahal udah tinggal 3 centi lagi mau pegangan. Apalah daya air nya deras banget dan aku engga bisa melakukan apa-apa. Di depan udah ada aa rafter satunya lagi yang berdiri mengontrol kondisi. Niatnya mau megang ke si aa itu eh si ban nya malah muter sendiri gera, tangan cuman bisa megang boxer si aa nya dan celananya merosot gara-gara aku tarik. Belum sempet aku minta maaf aku udah kebawa arus lagi ampunnnn L sieun pokoknya mah...

Dua jam mengitari sungai. Sempat beberapa kali istirahat, pas udah mulai ke finish, aku udah engga takut lagi. Yeyeyeye.. malahan seru dan aku udah bisa mendayungkan tanganku kalo-kalo si ban nya muter sendiri. Terus udah engga takut lagi kena batu udah bisa menghindar dan malah so-soan  muterin ban gitu kayak yang naik bom-bom car. Wahhh pokoknya seru ....

Comments system

Disqus Shortname

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Instagram Photo Gallery